Kepada publik pembaca blog ini, perlu kami sampaikan bahwa, isi berita tersebut bukanlah maksud dosen dan pegawai STISIPOL merengek nak jadi PNS. Buat malu aje…
Kampus STISIPOL tu dan kami anggap macam perahu yang dah lama kami bawa mengarungi samudera luas, di dalamnya kami semua awak perahu telah bersama melalui susah dan senang, menghadapi hempasan gelombang, karena itu pula banyak mulut anak dan istri para awak perahu STISIPOL tu mendapat makan. Di dalam perahu itu pula, kami selalu rundingkan bersama macam mana agar pelayaran tetap menyenangkan, agar perahu tidak bocor, agar kesejahteraan dibagi secara adil. Budaya kerja organisasi telah kami bangun perlahan-lahan, sehingga semua orang merasakan bahwa perahu ini adalah milik mereka sendiri.
Bila ada orang datang nak menumpang, kami terima dengan senang hati, kami sambut dengan tangan terbuka. Tetapi bila tamu yang menumpang tu mulai tak tau diri, memecah belah kami, membuat aturan tanpa persetujuan kami dan bahkan mulai nak mencampakkan kami ke laut, eh eh tak boleh jadi, tak boleh dibiarkan begitu saja, dan tentu saja kami harus melawan.
Ini dah soal marwah…, bila kami berteriak, bukan kami minta diberi simpati, atau minta dibelas kasihani, apa lagi merengek nak jadi pegawai negeri. Kami hanya berjuang mempertahankan hak-hak kami atas perahu miliki kami yang nak dirampas. Jadi, harap ini semua dimaklumi.