Zamzami Karim mengatakan, politisi muda Malaysia, misalnya di UMNO, selama ini lebih terbiasa bersikap menunggu nasib untuk menduduki jabatan lebih tinggi, tetapi kini Anwar akan mengilhami mereka untuk maju dan lebih berinisiatif dalam perpolitikan.
Dengan dukungan media Malaysia yang juga mulai terbuka, katanya, kelas menengah di kampus-kampus pun akan berani mengekspresikan diri setelah selama ini bersikap sangat berhati-hati.
Selain oleh media, faktor Anwar akan diperhitungkan orang-orang tua UMNO untuk mulai memberi kepercayaan kepada kader muda untuk naik tanpa selalu harus menunggu orangtua atau terlebih dahulu harus menunjukkan prestasi luar biasa.
Pemilu Sabtu 8 Maret 2008 telah menghasilkan Barisan Nasional (BN, koalisi 14 partai, di antaranya UMNO) tak lagi menguasai dua pertiga kursi dari total 222 di parlemen, melainkan hanya 140 atau 63,06 persen.
PKR yang dalam pemilu 2004 hanya memperoleh satu kursi, meroket dengan perolehan 31 buah (13,96 persen), sementara Partai Aksi Demokratik (DAP) mendapat 28 (12,36) dan Partai Pan Islam se-Malaysia (PAS) 23 (10,36).
Bagi BN , hasil pilihan rakyat itu merupakan kekalahan terbesar sejak 40 tahun berkuasa. Sebaliknya bagi tiga partai oposisi, perolehan 82 suara merupakan kemenangan besar setelah pada pemilu 2004 hanya menduduki 19 kursi di parlemen.
Kemenangan tiga partai oposisi, menurut Zamzami, akan membuat Abdullah Ahmad Badawi selaku PM dalam masa jabatan baru, menghadapi kekuatan penyeimbang di parlemen setelah sebelumnya relatif hanya dikelilingi orang-orang yang berperilaku “asal bapak senang”.
Dengan kemenangan mayoritas-sederhana, Abdullah Badawi akan menghadapi oposisi dinamis yang meski pun tidak signifikan pengaruhnya di parlemen, tetapi tidak selalu mudah dalam membuat suatu kebijakan.
Sisi baiknya, kata Zamzami, keadaan itu akan bermanfaat bagi PM selaku kepala pemerintahan untuk memperbaiki kinerja rezim birokrasinya. pur